Senin, 05 November 2012

PERKEMBANGAN STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL


TUGAS KE-2

PERKEMBANGAN STUDI
HUBUNGAN INTERNASIONAL


 










SUKMIKA MARDALENA
1101111494
PENGANTAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL-KELAS A



ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
2012

PENDAHULUAN
            Dewasa ini perkembangan Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia  berkembang dengan pesat, hal tersebut dapat dilihat melalui banyaknya perguruan tinggi negri, maupun swasta yang memiliki jurusan tersebut. Ilmu Hubungan Internasional dapat dikatakan sebagai kajian yang merupakan konsep awal pembentukan hubungan internasional sampai sekarang digunakan dalam ilmu pengetahuan. Kemajuan Hubungan Internasional tersebut tentu tidak lepas dari sejarah yang telah membentuk Hubungan Internasional itu sendiri.
            Oleh sebab itu sejarah dan perkembangan Hubungan Internasional merupakan hal yang sangat menarik untuk dibahas serta dianalisa. Paper ini akan mencoba untuk memaparkan mengenai sejarah perkembangan Ilmu Hubungan Internasional itu sendiri, beserta tingkat dan unit analisisnya. Dimana dalam pembuatannya Penulis menggunakan berbagai sumber seperti buku-buku, internet dan lain lain yang relevan dengan judul di atas.
PEMBAHASAN
1.      Sejarah Hubungan Internasional
Hubungan internasional berawal ketika sistem negara modern mulai dikembangkan, yaitu pada tahun 1968 di Perjanjian Perdamaian Westphalia, yang mengakhiri perang 30 tahun di eropa. Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan, yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa, atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama.

Keharusan adanya hubungan internasional mulai dirasakan pada awal perang dunia I pada tahun 1914-1918. Terjadinya perang pada masa itu membuat negara-negara dunia untuk  dapat menjalin kerjasama dan menjaga perdamaian. Sebelum Perang Dunia I, pembahasan hubungan internasional dimasukan dalam Fakultas sejarah, hukum dan filsafat. Hingga  akhirnya pada abad 20 suatu bidang studi yang terorganisasi dan dimasukkan dalam kurikulum beberapa universitas di Amerika Serikat, yaitu bidang studi Hubungan Internasional. Pada tahun 1919, hubungan internasional mulai dilembagakan sebagai jurusan politik internasional di Universitas Wales di kota Aberystwythes. Dari sinilah perkembangan hubungan internasional mengawali perjalanannya sebagai ilmu.

Banyak terjadi perdebatan sejak hubungan internasional menjadi subjek akademik pada Perang Dunia I. Salah satunya adalah antara Liberalisme Utopia dan Realisme. Era Liberalisme Utopia tidak bertahan lama karena perkembangan kebijakan Nazi Jerman dan Imprealisme Jepang tahun 1930 yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan perdamaian dunia. Setelah Perang Dunia II berakhir muncul generasi baru dengan paradigma Realis yang mendominasi teorisasi hubungan internasional selama kurang lebih dua dasawarsa, merupakan wujud dari upaya mengembangkan pendekatan teoritis yang sekaligus bisa menjelaskan prilaku negara dalam hubungan internasional yang dapat memberikan kerangka dasar bagi para negarawan dalam membuat keputusan. Pemikiran realis ini muncul dan berkembang tahun 1950-an dengan tujuan untuk menciptakan kesamaan dan perdamaian dunia serta menghilangkan sisa-sisa pemikiran idealis yang dikenal Teori Diplomasi Wilsonian. Menurut Wilson, cara untuk menciptakan perdamaian dan mencegah terjadinya kembali perang antarnegara besar adalah dengan membentuk kondisi dunia yang safe for democracy (Vasques, 1996).

Sejak berakhirnya perang dingin, studi hubungan internasional di hampir  semua universitas terkemuka di dunia, termasuk Indonesia, melakukan reorientasi, redefinisi dan reformulasi keberadaan studi hubungan internasional sebagai disiplin.

2.      Tingkat Analisis dan Unit Analisis Hubungan Internasional
Tingkat  analisis adalah cara untuk mengamati sistem internasional dalam hubungan internasional. Dan sebagai sebuah disiplin ilmu, ilmu Hubungan Internasional dituntut untuk mampu mendeskripsikan, menjelaskan dan meramalkan fenomena internasional yang terjadi di dunia.Untuk mampu melakukan hal-hal tersebut, ilmuwan HI dituntut untuk mampu memberikan analisa yang tajam dan tepat, dimana salah satu kunci keberhasilannya adalah ketepatan menentukan tingkat analisa (level of analysis) yang akan digunakan dalam memahami fenomena sosial internasional yang terjadi.
Dalam pembagian tingkat analisa terdapat banyak  pendapat dari para ahli yang berbeda beda. Salah satunya yaitu Mochhtar Mas’oed membaginya menjadi lima tingkat analisa, yaitu :
1. Perilaku individu:  fokus penelaahan adalah sikap dan perilaku tokoh-tokoh utama pembuat keputusan, seperti kepala pemerintahan, manteri luar negeri, penasehat militer dan lain-lain.
2. Prilaku kelompok: yang menjadi fokus utama adalah mempelajari perilaku kelompok-kelompok dan organisasi-organisasi yang terlibat di dalam hubungan internasional.
3. Negara-bangsa: penelaahan difokuskan pada proses pembuatan keputusan tentang hubungan interasional, yaitu politik luar negeri, oleh suatu negara-bangsa sebagai satu kesatuan yang utuh.
4. Pengelompokan negara: asumsinya adalah seringkali negara-bangsa tidak bertindak sendiri-sendiri melainkan sebagai sebuah kelompok.
5. Sistem internasional: fokus kajiannya adalah sistem internasional itu sendiri. Asumsinya adalah perubahan atau dinamika di dalam sistem internasional menentukan perilaku aktor-aktor HI.
Ada dua hal yang perlu diperhatikan sejalan dengan penentuan tingkat analisa yaitu penentuan unit analisa dan unit eksplanasi. Unit analisa adalah obyek yang perilakunya akan dianalisa atau disebut juga dengan variabel dependen. Sementara unit eksplanasi adalah obyek yang mempengaruhi perilaku unit analisa yang akan digunakan atau disebut juga sebagai variabel independen. Dengan demikian, dalam melakukan penganalisaan masalah, unit analisa dan unit eksplanasi saling terkait
KESIMPULAN
            Keberadaan studi Hubungan Internasional saat ini tidak terlepas dari sejarah perkembangan hubungan internasional itu sendiri yang dimulai sejak Perang dunia I pada tahun 1914-1918 yang mengakibatkan banyak korban yang berjatuhan, menimbulkan dampak tersendiri bagi masyarakatnya serta adanya perjanjian Westphalia yang membentuk konsep legal tentang kedaulatan.  Hingga pada akhirnya setiap negara menyadari akan perlunya menjalin hubungan internasional agar tidak lagi terjadi perang dan mneciptakan dunia yang damai.
Meskipun pada awalnya terjadi banyak  perdebatan, namun sejak  tahun 1919, hubungan internasional mulai dilembagakan sebagai jurusan politik internasional di Universitas Wales di kota Aberystwythes. Dari sinilah perkembangan hubungan internasional mengawali perjalanannya sebagai ilmu.

Tingkat analisa memiliki peranan penting di dalam di dalam kajian ilmu Hubungan Internasional karena dapat membantu untuk memfokuskan analisa masalah (fenomena) dan menghindari terjadinya kesalahan metodologis. Dalam penentuan tingkat analisa, ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu penentuan unit eksplanasi dan unit analisa. Unit eksplanasi dan unit analisa saling berhubungan dalam tiga model yaitu, model korelasionis, reduksionis dan induksionis.

REFERENSI
Perwira,Anak Agung Banyu.2005.Pengantar Ilmu Hubungan Internasional.Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Jusuf, Suffri. 1989. Hubungan Internasional dan Politik Luar Negri. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan
Sitepu, P. Anthonius. 2011. Studi Hubungan Internasional. Jakarta: Graha Ilmu

http://www.gudangmateri.com/2011/02/tingkat-analisis-hubungan-internasional.html (di akses tanggal 1 Oktober 2012 pukul 18:18 WIB)
http://sospol.pendidikanriau.com/ (di akses tanggal 1 Oktober 2012 pukul 18:18 WIB)
http://anzalfitrov.blogspot.com/ (di akses tanggal 1 Oktober 2012 pukul 18:18 WIB)

Tidak ada komentar: